Sejarah Awal Mula Lato-Lato Hingga Viral

Saat ini mainan lato-lato jadi permainan paling viral dan di sukai oleh semua kalangan, dari anak-anak, remaja, sampai orang tua. Mainan lato-lato ini biasa di jual dengan harga Rp 5.000 namun semenjak viral mengalami kenaikan hingga Rp 15 ribu. Sekilas memang terlihat biasa saja dan tidak ada yang istimewa dari lato-lato. Namun saat memainkannya, lato-lato akan menimbulkan suara ‘tek-tek-tek-tek’. Cara mudah jika ingin menimbulkan bunyi tersebut hanya dengan menggoyangkan perlahan cincin pada tali, supaya bola beradu dan mengeluarkan bunyi hentakan antara dua bola yang terikat itu. Akan tetapi permainan ini memerlukan latihan supaya berhasil untuk membunyikan hentakan berirama itu.

Lato-lato
Mainan Lato-lato

Baca Juga : Sejarah Dan Makna Pada Lambang Pramuka

Sejarah awal lato-lato tercipta di Amerika

Namun tahukah kamu bahwa permainan tradisional itu ternyata bukan berasal dari Indonesia loh! Permainan itu punya sejarah dan pernah sangat terkenal di Amerika Serikat dengan sebutan clackers balls atau klackers balls sampai ke Italia yang disebut ‘Lato’. Pada akhir 1960-an orang-orang gemar sekali bermain dengan dua bola kecil yang terikat dengan cincin tersebut hingga akhirnya permainan ini resmi di larang. Di AS, Lembaga yang mengatur keamanan mainan pada awalnya merupakan wewenang dari Food and Drug Administration (FDA). Padahal sudah jelas bahwa clackers balls / lato-lato bukanlah makanan atau obat. Anehnya FDA punya wewenang untuk mengatur melalui undang-undang tahun 1966. Dalam putusan tersebut berisi larangan produksi mainan yang mengandung “bahaya bahan kimia, mudah terbakar, atau radioaktif”.  Tiga tahun berikutnya wewenang tersebut akhirnya di atur lembaga “Child Protection and Toy Safety Act” yang melarang produksi dan penjualan mainan yang di anggap membahayakan.

Baca Juga : 7 Keajaiban Dunia Terbaru 2023

lato-lato masuk ke Italia hingga sampai ke Indonesia

Pada  awal 1970-an kepopuleran clackers balls atau lato-lato hingga sampai ke penduduk provinsi kecil di Italia bernama Calcinatello. Mainan lato-lato awalnya di perkenalkan sebagai media untuk mengajari anak-anak untuk melatih koordinasi antara tangan dan mata. Tapi fakta bahwa mainan tersebut bisa berubah menjadi mainan yang membahayakan tidak bisa terelakan. Sampai akhirnya mainan tersebut di larang guna meminimalisir dan mencegah korban kebutaan akibat mainan lato-lato. Lato-lato pertama kali sampai di Indonesia pada tahun 90-an. Mainan di buat dengan menggunakan bahan plastik polimer yang aman karena tidak mudah pecah dan tidak berbahaya. Sampai pada tahun awal 2000 an permainan lato-lato kian memudar dan viral kembali pada akhir tahun 2022 kemarin hingga saat ini. Apakah kalian sudah mencoba bermain lato-lato? permainan ini sangat cocok di mainkan saat waktu senggang loh, namun jangan bermain saat malam hari ya karena mungkin dapat mengganggu tetangga atau orang lain yang sedang istirahat.

Baca Juga : 10 Contoh Poster Pendidikan Yang Kreatif | Karya Anak Bangsa

Demikianlah sejarah singkat asal usul lato-lato hingga bisa masuk ke Indonesia! Semoga